MERAIH DERAJAT TAQWA
(Oleh Agus Riyadi, S.Pd.I)
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
قال الله تعالى فى القرآن
الكريم : يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا
أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا.
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ
اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.أَمَّا بَعْدُ؛
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ
هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ
ضَلاَلَةٍ فِيْ النَّارِ.
Hadirin ... Jama'ah
Jum'ah Yang dimuliakan Allah
Allah Swt Maha
Pencipta, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa, Maha Pengatur semesta,
Maha Pemberi rizqi bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Oleh sebab itu
Allahlah satu-satunya sembahan yang benar yang harus diibadahi oleh hambaNya.
Manusia diciptakan oleh Allah swt, tidak lain agar manusia itu beribadah hanya
kepada Allah semata.
وما خلقت الجنّ والإنس إلاّ ليعبدون. الّذاريات : 56)
Artinya: “Dan Aku
(Allah) tidak menciptakan jin dan manu-sia melainkan supaya mereka
menyembahKu”.
Tetapi manfaat
ibadah itu justru untuk kepentingan mereka yang beribadah itu sendiri dalam
membentuk pribadinya menjadi orang yang bertaqwa.
يا أيّها النّاس اعبدوا ربّكم الذي خلقكم والذّين من قبلكم
لعلّكم تتّقون .
Artinya: “Hai
manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah: 21)
Hadirin ... jama'ah
Jum'ah yang dimuliakan Allah
Para sahabat dan salafus
shalih yang memahami betul tuntunan Al-Qur’an dan mengikuti jejak sunnah
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, mereka mempunyai perhatian yang besar
terhadap TAQWA ini, mereka terus mencari hakikatnya, saling bertanya satu sama
lain, serta mereka berusaha keras untuk mencapai derajat TAQWA ini.
Imam Ibnu Katsir
menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Umar Ibnul Khathab Radhiallaahu anhu.
Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu, tentang TAQWA ini, maka
berkatalah Ubai kepada Umar:
“Pernahkah engkau
melewati jalan yang penuh duri?”
“Ya, Pernah”. Jawab
Umar.
Ubai bertanya lagi:
“Apa yang anda lakukan saat itu?”
Umar menjawab:
“Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak
terkena dengan duri itu”. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”.
Dari riwayat ini
bisa kita ambil ibrahnya, bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin, kelembutan
perasaan, rasa khauf kepada Allah terus menerus secara continue, hingga ia
selalu waspada dan hati-hati agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat
di jalanan. Ia menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya, juga menghindari
semua maksiat dan dosa, yang kecil maupun yang besar. Serta ia juga berusaha
keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah
Subhannahu wa Ta'ala, lahir dan batin dengan hati yang khudlu’ dan merendahkan
diri di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Hadirin ... jama’ah Jum’ah yang
dirahmati Allah
Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah:
Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah:
1.
Gemar menginfaqkan harta bendanya di
jalan Allah, baik dalam waktu sempit maupun lapang.
2.
Mampu menahan diri dari sifat marah.
3.
Selalu memaafkan orang lain yang telah
membuat salah kepadanya (tidak pendendam).
4.
Tatkala terjerumus pada perbuatan keji
dan dosa atau mendzalimi diri sendiri, ia segera ingat kepada Allah, lalu
bertaubat dan beristighfar, memohon ampun kepadaNya atas dosa yang telah
dilakukan.
5.
Tidak meneruskan perbuatan keji itu
lagi, dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya.
Ciri-ciri orang yang bertaqwa ini, bisa kita lihat dalam Firman Allah SWT, yang
artinya :”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,
(yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang,
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat
akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang
dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan
perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Hadirin ... jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Betapa pentingnya nilai TAQWA, hingga merupakan bekal yang terbaik dalam
menjalani kehidupan di dunia dan betapa tinggi derajat TAQWA, hingga manusia
yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara
mereka. Dan banyak sekali
buah yang akan dipetik, hasil yang akan diperoleh dan nikmat yang akan diraih
oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah:
1.
Ia akan memperoleh Al-Furqon, yaitu
kemampuan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, halal dan haram,
antara yang sunnah dengan bid’ah. Serta kesalahan-kesalahannya dihapus dan
dosa-dosanya diampuni.
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah
niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala
kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia
yang besar. (QS. Al-Anfal: 29)
2.
Ia akan memperoleh jalan keluar dari
segala macam problema yang dihadapinya, diberi rizki tanpa diduga dan
dimudahkan semua urusannya.
Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. (QS. At-Thalaq: 2-3)
ومن يّتّق الله يجعلّه من أمره يسرا.
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah
menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. At-Thalaq: 4)
3.
Amalan-amalan baiknya diterima oleh
Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak, mudah
peng-hisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan.
Berkatalah Habil (kepada saudaranya Qobil): “Sesungguhnya
Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang taqwa”. (QS. Al-Maidah: 27)
4.
Serta Allah akan memasukkan ke dalam
Surga, kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya.
Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada
Allah), pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri
yang disucikan serta keridloan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan
hamba-hambaNya. (QS. Ali Imran: 15)
للّذين اتّقوا عند ربّهم جنّت تجري من تحتها الانهر خا لذين
فيها وأزواج مّطهرة وّرضون الله. والله بصير بالعباد.
Dengan TAQWA kepada
Allah kemuliaan hidup dapat dicapai, kebaikan dunia dapat diperoleh dan
kebaikan akhirat dengan segala kenikmatannya dapat dirasakan. Oleh karena itu
marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita dengan melaksanakan apa-apa yang
diperintahkan Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarangNya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ
فَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَحَذَّرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ، اَلْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى ِفْي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ
إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا
اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar