Selasa, 08 September 2015

BAHASA PONDOK VERSI GHOMA

















BAHASA PONDOK VERSI GHOMA
____RAHASIA____
1. Spending a lot of time with doing nothing: MAFI AMAL.
2. Talk too much about unimportant things : TASYJI GONAM.
3. Fall backward and then hit own head : US'UR ZALIK,
4. Falling forward and may hit own face : US'UR ZALIK(2).
5 A small sharp thing, embedded inside one finger's skin: MARID COK.
6. Have much less knowledge : JAHIL.
7. A little chair made from woods : KURSIYYUN.
8. People who always annoy other people: INSAN MUSTOL.
9. Man or woman who has an ugly face: INSAN QOBIH.
10. Just take rest but didn't sleep : ROHAH.
11. Meals made from rice which is covering by banana leaf and have much of surprise inside : TOAM QIFTIR.
12. The situation when your brain need more oxygen : MASDU.
13. People who have attitude more mature than her age : YAHANU.
14. A Type of People Who Have a Long Chin : FIRAUN.
15.There's a little something disgusting in your eyes : BELEK.
16. That moment when you walking after the rain and mud is on your shoes: MABLUL. .
17 People who's talking him self with unhappy face: MUKANYA BIASA AJA SUL.
18. People who doesn't know anything but feel so good: MASAU.....

Senin, 07 September 2015

TUGAS RESENSI UNIDA GONTOR

ARTIKEL
Oleh : Agus Riyadi
FEMINISME DAN KESETARAAN GENDER





A. FEMINISME
Ada ramalan bahwa pada abad-abad yang akan datang kaum wanita akan mampu menyamai, bahkan melebihi kaum pria dalam berbagai pekerjaan. Diskriminasi jenis kelamin yang sudah berjalan berabad-abad akan runtuh dan akan memasuki era baru yang menempatkan pria dan wanita sebangun dan sejajar.
Kemajuan tekhnologi seperti terciptanya perangkat komputer dan mesin-mesin canggih lainnya telah membuka kesempatan kerja yang sama bagi pria dan wanita. Dendam kaum wanita karena dianggap masyarakat kelas kedua dan menjadi budak dari laki-laki kini mulai digugat bahkan gerakan emansipasi wanita untuk menyamai laki-laki sudah tidak bisa dibendung padahal Al-Qur’an sudah mengatur hak dan kewajiaban, posisi dan tempat yang tepat untuk laki-laki dan perempuan.
Pria dan wanita jelas sekali memiliki perbedaan yang begitu kompleks, mulai dari perbedaan alat kelamin, perbandingan tinggi, kekuatan, ukuran emosi, suasana hati dan perasaan, perilaku seksual, kegiatan seks dan hormon dan lain sebagainya yang mana perbedaan tersebut tidak bisa disamakan derajatnya antara laki-laki dan perempuan, wanita dan pria. Satu sama lain mempunya tugas dan fungsi masing-masing yang apabila keduanya melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik maka akan tercipta kehidupan yang harmonis yang keduanya saling melengkapi, saling menutupi kekurangan. (Save M. Dagun, Maskulin dan Feminim, 1992, Rineka Cipta, Jakarta, p.12 )

B.     KESETARAAN GENDER
Tugas utama analisis gender adalah memberi makna, konsepsi, asumsi, ideologi, dan praktek hubungan baru antara kaum perempuan dan laki-laki serta implikasinya terhadap aspek-aspek kehidupan lainnya yang lebih luas. Oleh karena itu dalam perspektif gender transformasi sosial sesungguhnya merupakan proses dekonstruksi peran gender dalam seluruh aspek kehidupan dimana terefleksi perbedaan-perbedaan gender yang telah melahirkan ketidakadilan gender.
Salah satu hadits yang menjelaskan tentang perlakuan bagi seorang perempuan lebih rendah dari laki-laki diantaranya “bahwa bangsa yang menyerahkan kepemimpinannya kepada perempuan tidak akan pernah mencapai kesejahteraan”. Ada point-point penting harus di ambil dalam memahami hadits tersebut, antara lain kelemahan hadits, konteks hadits dan kontradiksi hadits dengan Al-Qur’an.
Ada beberapa alasan munculnya dorongan Al-Qur’an kerah kesetaraan perempuan dan laki-laki yaitu: Pertama Al-Qur’an memberikan tempat yang terhormat kepada seluruh manusia, yang meliputi laki-laki dan perempuan, Kedua secara norma etis Al-Qur’an membela prinsip-prinsipkesetaraanlaki-laki dan perempuan. Menurut Al-Qur’an kesetaraan status tidak didasarkan pada jenis kelamin, tetapi harus membedakan antara fungsi-fungsi biologis dengan fungsi-fungsi sosial.
Didalam Al-Qur’an QS. 33:35 ditegaskan bahwasannya Al-Qur’an sama sekali tidak melakukan diskriminasi antara laki-laki dan perempuan dalam hal apapun keduanya dijadikan “akan mendapat ganjaran” atas amal keagamaan dan keduniaan, penciptaan laki-laki dan perempuanpun sama yaitu berasal dari sesuatu yang sama berasal dari nasin wahidatin yaitu diri yang satu (Waryono Abdul Ghafur, Gender dan Islam, 2002, PSW, Yogyakarta p.32)
Al-Qur’an menurut Afzalur Rahman, secara eksplisit mengokohkan kesetaraan perempuan dan laki-laki sebagai manusia dalam berbagai konsteks diantaranya:
a.       Perbuatan-perbuatan praktis (Al-Qur’an menilai setiap manusia dari segi ketaqwaan bukan dari jenis kelamin)
b.      Atas dasar saling berpasangan (Al-Qur’an mendeklarasikan penciptaan laki-laki dan perempuan satu untuk yang lainnya)
c.       Sebagai bagian dari makhluk (Al-Qur’an mendeklarasikan manusia sebagai makhluk termasuk laki-laki dan perempuan)

d.      Keimanan (Al-Qur’an menyuruh kepada orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan)

Jumat, 04 September 2015

Gempa Bumi Mengguncang Jabar

Gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) mengguncang Garut, Jawa Barat. Getaran gempa terasa hingga di Bandung dan Jakarta.

Berdasarkan keterangan dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sabtu (5/9/2015), gempa terjadi pada pukul 03.08 WIB.

Pusat gempa berada pada koordinat 8.23 LS dan 107.31 BT. Adapaun titik gempa berada 109 Km barat daya Garut, Jawa Barat. Pusat gempa terjadi di kedalaman 10 Km.

"Barusan terasa banget getarannya. Ini lantai kamar sampai bersuara kayak retak gitu," kata seorang warga Bandung, Estu Mahanani ketika dihubungi sekitar pukul 03.09 WIB.

Getaran gempa juga terasa di Jakarta. Guncangan awalnya agak kencang terasa kemudian disusul getaran yang lebih pelan.


Belum diketahui adanya kerusakan serta korban luka atau jiwa dalam peristiwa tersebut, namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gerakan Muslimah Modern

RESUME BUKU
Oleh: Agus Riyadi

Judul buku                   : Gerakan Muslimah Modern
Penulis                         : Shalah Qazan
Penerbit                       : Pustaka Al Kautsar
Tahun Terbit                : 1999
Kota                             : Jakarta Timur


Kata-kata wanita identik dengan sesuatu yang bersifat lembut, anggun, cantik, indah, keibuan dan sejuta sebutan yang menyejukan, tidak bisa dipungkiri semua itu memang pantas disandang oleh kaum hawa. Bagi wanita Muslimah diharapkan tidak terpancing oleh slogan-slogan dan pujian-pujian yang memabukan itu dan diharapkan pula seorang wanita itu menjadi wanita yang selalu mengikuti dan mengamalkan ajaran-ajaran serta sunnah-sunah yang dianjurkan agama.
Kehidupan seorang wanita harus di warnai dengan kehidupan yang islami. Maksud dari kehidupan islami disni adalah islamisasi individu, islamisasi masyarakat, islamisasi organisasi dan struktur serta islamisasi pemerintahan. Jika mereka melaksanakan kehidupannya sesuai dengan apa-apa yang di syariatkan dalam Al-Qur’an, maka mereka akan mendapatkan kemerdekaan yang sebenarnya.
Tat kala Islam ingin membangun indepedensi pemikiran-pemikiran kaum wanita, dia juga menginginkan suatu cara berpikir kritis yang bisa dengantajam membedakan antara yang hak dan yang bati, serta melawan dan memberontak pada hal-hal yang bertentangan dengan barometer rabbani, atau dengan kata lain Islam menginginkan agar wanita seperti seorang aktivis dan lain sebagainya. Ternyata Islam menginginkan wanita menjadi aktivis itu aktivis dalam dirinya sendiri, dalam keluarganya, aktivis dalam kerjanya, aktivis dalam sosialnya dan aktivis dalam melaksanakan semua kewajibannya sebagai seorang istri, sehingga wanita tersebut merasa bahwa harga dirinya begitu mahal serta betapa pentingnya posisi ia dalam Islam.
Ciri-ciri khusus wanita Islami adalah sebagai berikut:
a.       Mereka adalah wanita-wanita yang kokoh dalam memegang prinsip
b.      Punya keberanian dan keyakinan diri yang sangat tinggi
c.       Cara berpikir yang rasional
d.      Selalu mempunyai sikap mandiri dan berdikari


Maskulin & Feminim

RESENSI BUKU
Oleh : Agus Riyadi
IDENTITAS BUKU
a.       Judul Buku                  : Maskulin dan Feminim
b.      Pengarang                    : Save M. Dagun
c.       Penerbit                       : Rineka Cipta
d.      Tahun Terbit                : 1992


Ada ramalan bahwa pada abad-abad yang akan datang kaum wanita akan mampu menyamai, bahkan melebihi kaum pria dalam berbagai pekerjaan. Diskriminasi jenis kelamin yang sudah berjalan berabad-abad akan runtuh dan akan memasuki era baru yang menempatkan pria dan wanita sebangun dan sejajar.
Kemajuan tekhnologi seperti terciptanya perangkat komputerdan mesin-mesin canggih lainnya telah membuka kesempatan kerja yang sama bagi pria dan wanita. Dendam kaum wanita karena dianggap masyarakat kelas kedua dan menjadi budak dari laki-laki kini mulai digugat bahkan gerakan emansipasi wanita untuk menyamai laki-laki sudah tidak bisa dibendung padahal Al-Qur’an sudah mengatur hak dan kewajiaban, posisi dan tempat yang tepat untuk laki-laki dan perempuan
Saya mengkritik dari apa yang disampaikan dibuku ini, hal tersebut menunjukan bahwasannya manusia sudah jauh dari Al-Qur’an dari pedoman hidup manusia, mereka sudah berpikir secara bebas dan membebaskan pikirannya sehingga yang baik menjadi jelek dan sebaliknya yang jelek menjadi baik, memng dunia ini sudah terbalik, hanya iman yang kuat dan taqwa lah yang bisa membentengi pemikiran yang bebas ini.
Pria dan wanita jelas sekali memiliki perbedaan yang begitu kompleks, mulai dari perbedaan alat kelamin, perbandingan tinggi, kekuatan, ukuran emosi, suasana hati dan perasaan, perilaku seksual, kegiatan seks dan hormon dan lain sebagainya yang mana perbedaan tersebut tidak bisa disamakan derajatnya antara laki-laki dan perempuan, wanita dan pria. Satu sama lain mempunya tugas dan fungsi masing-masing yang apabila keduanya melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik maka akan tercipta kehidupan yang harmonis yang keduanya saling melengkapi, saling menutupi kekurangan.

Oleh karen itu jelaslah Islam memandang bahwasannya laki-laki dan perempuan tidak bisa di setarakan atau disamakan dalam bentuk apapun.

Sosiologi Feminisme

RESENSI BUKU
Oleh : Agus Riyadi
IDENTITAS BUKU
a.       Judul Buku                  : Sosiologi Feminisme
b.      Pengarang                    : Widjajanti M. Santoso
c.       Penerbit                       : LKIS Yogyakarta
d.      Tahun Terbit                : 2011
e.       Kota                             : Yogyakarta


1.      Feminisme dan Sosiologi
Feminis Sosiologi membahas tentang problem teoritis untuk menjebatani disiplin sosiologi dan sosiologi kebudayaan. Ada tiga alasan mengapa disiplin sosiologi tampak enggan mengakui perkembangan cultural studies:
a.       Sosiologi masih mempertanyakan secara sosiologis konsep-konsep yang sejauh ini digunakan oleh kelompok cultural studies.
b.      Sosiologi tampak kurang menghargai konstruksi teori yang ditawarkan
c.       Sosiologi melontarkan kritik secara terus menerus terhadap pendekatan cultural studies.
2.      Feminisme dan pemahaman tentang Keindonesiaan
Bagian ini membahas tentang pemahaman terhadap media menjadi sangat penting, karena tanpa disadariposisi kuasa media saat ini tampak tidak tertandingi oleh bentuk apapun, tetapi yang menjadi masalah adalah etika yang kaitannya dengan ruang publik, kurang digubris oleh media yang disebabkan oleh permainan ekonomi
Kalangan feminis di Indonesia tidak henti-hentinya menghadapi tantangan yang berat, mereka mengajukan perspektif perempuan terhadap tindakan kekerasan seperti KDRT
3.       Masukan dari Perspektif Perempuan
Yaitu kajian yang menggunakan perspektif perempuan yang tidak melenceng dari jalur kajian sosiologi. Berdasarkan darmatisasi figural, kekerasan menjadi perekat cerita, maka UU Pedoman Perilaku penyiaran menjadi relevan untuk diangkat kedunia publik.
4.      Politik Tekstual

Pandangan standpoint perempuan terkait sumbangan kajian-kajian feminis dan sosiologi yang memasukan strategi textual politics

Kesetaraan Gender

RESENSI BUKU
Oleh : Agus Riyadi
IDENTITAS BUKU
a.       Judul Buku                  : Analisis Gender
b.      Pengarang                    : Dr. Mansour Fakih
c.       Penerbit                       : Pustaka Pelajar
d.      Tahun Terbit                : 1999
e.       Kota                             : Yogyakarta

Tugas utama analisis gender adalah memberi makna, konsepsi, asumsi, ideologi, dan praktek hubungan baru antara kaum perempuan dan laki-laki serta implikasinya terhadap aspek-aspek kehidupan lainnya yang lebih luas. Oleh karena itu dalam perspektif gender transformasi sosial sesungguhnya merupakan proses dekonstruksi peran gender dalam seluruh aspek kehidupan dimana terefleksi perbedaan-perbedaan gender yang telah melahirkan ketidakadilan gender.
Aliran fungsionalisme struktural adalah madzhab arus utama dalam ilmu sosialyang dikembangkan oleh Robert Merton dan Talcott Parsons yang berpengaruh dalam feminisme liberal. Aliran ini muncul sebagai kritik dari sebuah teori politik liberal yang ada pada umumnya menjunjung tinggi nilai otonomi, persamaan dan nilai moral serta kebebasan individu.
Kelompok pertama Penganut teori konflik adalah Feminisme Radikal yaitu mereka tidak melihat adanya perbedaan aantara tujuan personal dan politik, unsur-unsur seksual ataupun biologis. Bagi penganut Feminisme Radikal, revolusi terjadi pada setiap perempuan yang telah mengambil aksi untuk merubah gaya hidup pengalaman dan hubungan mereka sendiri terhadap kaum laki-laki.
Penganut konflik yang kedua yaitu feminisme marxis. Kelompok ini menolak keyakinan kaum feminis radikal yang menyatakan biologi adalah sebagai dasar pembedaan gender. Pada zaman kapitalisme, penindasan perempuan malah dilanggengkan oleh berbagai cara dan alasan karena menguntungkan.

Penganut aliran konflik yang ketiga adalah feminisme sosialis. Aliran ini menurut Jaggar (1983) melakukan sintesis antara metode histeris matrealistik marx dan engels dengan gagsan personal is political dari kaum feminis radikal.

Rabu, 02 September 2015

TUGAS RESUME JILID 2 UNIDA

RESUME BUKU
Oleh: Agus Riyadi

Judul buku                   : Perempuan Tertindas? 
Penulis                         : Hamim Ilyas, dkk
Penerbit                       : Elsaq Press & PSW
Tahun Terbit                : 2008
Jumlah Halaman          : VII + 334

Dalam era globalisasi ini yang mana paham liberalisme sudah menguasai berbagai negara teruatam negara-negara besar yang maju dan berkembang, salah satu ironi yang dihadapi umat sekarang adalah ketidakadilan gender. Dalam Alqur'an sangat ditekankan kehormatan, persamaan dan kesetaraan gender. Penekanan itu diiringi dengan penegasan untuk menghapuskan penindasan dan kekerasan terhadap perempuan.
Allah SWT menjelaskan bahkan menegaskan kepada Umat Islam dalam Al-Qur’an terkait keadilan gender, namun demikian terdapat ayat dan sabda yang secara sepintas menunjukkan deskriminasi gender. Keberadaan ayat-ayat dan hadits-hadits yang tampak berbeda itu harus diperhatikan dalam proses interpretasi. Namun sayangnya perumusan doktrin-doktrin Islam selama ini lebih banyak dilakukan secara ad hoc dan mengabaikan semangatnya sebagai agama pembebas.interpretasi yang demikian sudah barang tentu tidak dapat menangkap makna yang tersirat dalam ayat-ayat dan hadis-hadis yang nampak mengandung perbedaan itu.
Berikut adalah sebuah hadits yang menyatakan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk dari segi sanadnya bernilai sahih, namun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dan sarjana menyangkut matannya. Diantara mereka ada yang menerima dan ada yang menolak karena isinya tidak sesuai dengan ayat-ayat Alqur'an. Hadis tersebut termasuk dalam hadis mudtarib (al-matn). Namun demikian, apabila di tempatkan dalam konteksnya secara tepat dan dipahami secara utuh dari keseluruhan matan yang ada dan tidak parsial, maka hadis tersebut tidak berkaitan dengan penciptaan awal perempuan. Hadis-hadis itu justru berisi pesan Nabi kepada kaum laki-laki waktu itu untuk berlaku baik kepada istri-istri mereka atau kaum perempuan secara umum. Pesan nabi tersebut merupakan manifestasi dari semangat ajaran Islam yang hendak menempatkan laki-laki dan perempuan secara sejajar.
Ada pula pendapat yang berkembang dalam pemikiran Islam klasik yang tercover dari wacana fikih klasik menyebutkan adanya diskriminasi, di mana mereka kebanyakan tidak memberi peluang perempuan untuk menjadi imam salat kendati perempuan tersebut adalah seorang terbaik diantara para jamahnya. Persyaratan imam hanyalah dua, yaitu mempunyai pengetahuan tentang salat dan bacaannya baik.laki-laki dan perempuan bukan merupakan dalah satu syarat diantara dua. Oleh karena itu, keberadaan perempuan dapat mengimami laki-lai dalam salat secara umum jika perempuan tersebut mempunyai kriteria dimaksud.
Perbedaan interpretasi hadis-hadis dalam buku ini dengan para ulama  –salih dan istiqomah- dikarenakan pendapat Hamim Ilyas –penulis- yang menyatakan bahwa literatur Islam yang membicarakan pandangan mengenai perempuan, kadang-kadang menggunakan hadis –hadis sebagai dalil tanpa menyebutkan sanad dan periwayat yang menghimpunnya dalam kitab. Hadis-hadis yang disebutkan demikian memerlukan takhrij, dalam pengertian penelusuran sanad dan periwayat yang menjadi mata rantainya. Berikutnya, hadis itu perlu dikritisi untuk diketahui nilai yang dikandungnya.



KONDISI RUPIAH SEPTEMBER 2015



BAGAIMANA KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI?

Oleh Agus Riyadi (Mahasiswa PKU IX UNIDA Gontor)

Krisis Moneter di Indonesia terjadi sekitar tahun 1998, pada dasarnya krisis ekonomi bermula pada tahun tersebut dan tampaknya belum ada perbaikan ekonomi secara menyeluruh samapai sekarang ini, dengan kemajuan zaman yang begitu kompleks, tekhnologi yang canggih dan peradaban yang berkembang membuat Pemerintah harus berpikir secara kritis bagaimana cara memulihkan dan menstabilkan kembali perekonomian di Indonesia yang pastinya tidak hanya pemerintah yang berperan aktif tetapi segenap rakyat dan warga Indonesia seharusnya saling mendukung dan menjadi subjek dalam menjawab tantangan ekonomi saat ini.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), pada tanggal 14 Maret 2015, Rupiah ditutup di posisi Rp13,191 per US Dollar, dan ini adalah posisi terendah bagi mata uang Rupiah terhadap US. Pada puncak krisis global tahun 2008, Rupiah hanya anjlok sampai Rp12,768 per US Dollar sebagai titik terendahnya, sebelum kemudian segera balik lagi ke level normalnya yakni Rp 9,000-an per US Dollar.
Hal yang menarik juga yang terjadi di Indonesia berkaitan dengan perekonomian yang sedang hangat menjadi sorotan publik, berawal dari kasus krisis ekonomi dan juga bursa saham  pada tahun 1998 dan 2008 yang konon disebutkan bahwasannya perekonomian indonesia sangat semerawut bahkan hancur serta berantakan. Tapi apa yang terjadi pada hari ini, meski kondisi Rupiah tampak mengkhawatirkan namun kondisi perekonomian secara umum tampak masih berjalan normal, dan IHSG juga justru malah sukses break new high dalam beberapa bulan terakhir. Oleh karena itu pertanyaannya, sebenarnya Indonesia sedang dalam kondisi krisis, baik-baik saja, apa gimana?
Terkait hal tersebut, marilah kita sejenak flashback  ke tahun 2013 lalu, tepatnya pada tanggal 23 Agustus 2013, dimana Pemerintah Indonesia ketika itu meluncurkan paket kebijakan “Penyelamatan Ekonomi”, terutama untuk mengatasi gejolak pelemahan Rupiah yang ketika itu sudah menembus Rp11,000 per USD. Sedikit mengingatkan, kondisi pasar saham ketika itu berbanding terbalik dengan saat ini dimana IHSG terpuruk di level 4,200-an, atau anjlok lebih dari 1,000 poin dibanding posisi puncaknya pada bulan Mei di tahun yang sama. Oleh karena itu ‘problem’ yang dihadapi Pemerintah ketika itu ada dua, yaitu:  
a.      Pelemahan Rupiah itu sendiri (yang dikeluhkan para pelaku usaha riil)
b.      pelemahan IHSG (yang dikeluhkan para investor dan pelaku pasar modal lainnya).
            Tetapi  yang sesungguhnya Indonesia sedang menghadapi berbagai macam problem yang lain yang dihadapi Indonesia ketika itu (tahun 2013) diantaranya adalah:
a.       Perlambatan pertumbuhan ekonomi
b.      Defisitnya neraca ekspor impor
c.       Meningkatnya nilai impor peralatan dan mesin-mesin industri karena pertumbuhan industri manufaktur di dalam negeri
d.      Turunnya nilai ekspor karena turunnya harga batubara, CPO, serta karet, yang merupakan tiga komoditas utama ekspor Indonesia.
            Pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tercatat hanya 5.8%, alias turun signifikan dibanding puncaknya yakni 6.9% pada tahun 2011. Jadi ketika Rupiah melemah sampai menembus Rp11,000 per Dollar, maka itu adalah refleksi dari perlambatan pertumbuhan ekonomi tadi, dimana jika fundamental perekonomian Indonesia melemah, maka Rupiah sebagai ‘saham Indonesia’ juga akan turut melemah.
            Jika pada tahun tersebut Pemerintah meluncurkan paket kebijakan penyelamatan ekonomi, maka seluruh rakyat Indonesia mengharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kembali meningkat yang akan menghasilkan nilai tukar Rupiah menguat dengan sendirinya.
            Berdasarkan XE Currency Converter, pada hari kamis, 03 September 2015 nilai tukar Rupiah Indonesia berada pada Rp14,175.20 per USD, maka sebenarnya kurang tepat jika dikatakan bahwa, “Rupiah melemah karena seluruh mata uang di negara manapun juga sedang melemah terhadap US Dollar’’, karena faktanya perekonomian di Indonesia sedang memang mengalami problem, yang mana problem ini bukan terjadi baru-baru ini saja, melainkan sudah terjadi sejak dua atau tiga tahun yang lalu. Kemudian jika dikatakan bahwa “Kita sedang mengalami krisis ekonomi” mungkin terlalu berlebihan, tapi jika kondisi ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin jika krisis itu pada akhirnya akan benar-benar terjadi.
            Jika kita mengaitkan dengan pemaparan diatas, permasalahannya adalah Pemerintah tentunya tidak bisa mengendalikan harga komoditas di pasar internasional, dan Pemerintah juga tidak bisa begitu saja menghentikan impor mesin-mesin industri, karena itu akan mematikan industri itu sendiri (sehingga dalam hal ini kita juga tidak bisa menyalahkan Pemerintah pada tahun 2013 lalu hanya karena kebijakannya tidak ‘menyentuh akar permasalahan’, karena mungkin memang hanya itu yang bisa dilakukan).
            Nah, Sekarang pertanyaannya, mampukah Pemerintah Jokowi dan Para Kabinet Periode ini untuk mengeluarkan kebijakan yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan juga bisa dengan cepat diimplementasikan? Contohnya tiga hal yang sangat urgen saja yaitu:
a. Ekspor terbesar Indonesia setelah migas, CPO, dan batubara, adalah ekspor alat-alat listrik, karet, dan mesin-mesin mekanik. Jadi Pemerintah mungkin bisa memberikan insentif tertentu pada perusahaan-perusahaan alat-alat listrik dan mesin mekanik, agar mereka bisa meningkatkan nilai ekspor?
b. Ekspor terbesar Indonesia hingga saat ini adalah migas, nilai ekspor migas ini cenderung turun dari tahun ke tahun, dari US$ 41.5 milyar pada tahun 2011, menjadi hanya US$ 30.3 milyar pada 2014 Jadi dalam hal ini Pemerintah melalui kementerian dan badan-badan terkait mungkin bisa mendorong perusahaan-perusahaan minyak yang beroperasi di tanah air untuk meningkatkan produksinya?
c. Bisa kah Pemerintah memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit agar mereka mau mengembangkan industri hilir CPO, termasuk mengembangkan biodiesel, agar Indonesia bisa mengekspor produk hilir CPO yang memiliki nilai tambah, dan juga mengurangi impor solar?
            Setelah mendapat tekanan dari publik terkait kondisi perekonomian Indonesia sekarang ini, bagaimana sikap pemerintahan Jokowi dalam memberikan solusinya, kita lihat saja nanti...! mudah-mudahan Pemerintahan sekarang bisa membawa perubahan bagi Indonesia menuju Indonesia yang maju dan berkembang, sejahtera, aman sentosa sehingga menjadi negara yang maju, negara yang berwibawa dan terhormat dengan segala bentuk potensi yang di miliki negara kita negara Indonesia, yang pada akhirnya terciptalah masyarakat madani dalam negara yang baldatun toyyibatun warabbun ghofur... Aamin (AR)

Selasa, 01 September 2015

NASEHAT TRIMURTI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR

1.       Bondo bahu pikir lek' perlu sa nyawane pisan. (KH Ahmad Sahal)
2.       Indonesia omahku, Asia tegal sawahku, Amerika planconganku. (KH Ahmad Sahal)
3.       Yen wanio ing gampang, wedi ing pakewuh, sebarang or kelakon, jer besuki mowo beo.
(KH Ahmad Sahal)
4.       Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar, yang satu ini sama dengan seribu, kalaupun yang satu ini pun tidak ada, aku akan mengajar dunia degan pena. (KH Imam Zarkasyi)
5. Ya, Allah dari pada akau melihat bagkai Pondokku, pundutlah (matikanlah) aku lebih dahulu. (KH Ahmad Sahal)
6.       Satrio panindito, sugih tanpo bondo, ngulurug tanpo bolo, digdoyo tanpo aji-aji, menang tanpo ngasorake. (KH Ahmad Sahal)
7.       Lewih becik mikul dawet karo rengeng-rengeng katimbang numpak mobil karo mrebes mili. (KH Imam Zarkasyi) ini dari kata-kata Ki Hajar Dewantara.
8.       Kalau saya punya santri mau berjuang kedesanya, membina dakwah dalam desa itu, anak seperti itu cukup besar bagi saya. (KH Imam Zarkasyi)
9.       He, Anakku KH Idham Khalid dan kawan-kawan setelah kamu tamat dari sini, kelanjutanmu ke Salim Nabhan Surabaya. (KH Imam Zarkasyi)
10.    Dalam menjalankan tugas (pengabdian) anankanda supaya berpegang: Toto, titi, tatag, tutug. (KH Ahmad sahal)
11.    Sebesar mana keinsyafanmu sebesar itu pula keuntunganmu. (KH Imam Zarkasyi)
12.    Hati-Hati : harta, tahta dan wanita. (KH AHMAD SAHAL)
13.    Pondok ini supaya tetap berpegang: "Berdiri diatas dan untuk semua golongan." (TRIMURTI )
14.    Motto pendidikan : "Berbudi tinggi berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas." (TRIMURTI)
15.    Pondok supaya tetep berpegang teguh pada Panca Jiwa Pondok, yaitu ; Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, kebebasan .(TRIMURTI )
16.    Hidup sekali hiduplah yang berarti. (KH Imam Zarkasyi)
17.    Jadilah Ulama yang intelek bukan intelek yang tahu agama. (KH Imam Zarkasyi)
18.    Patah Tumbuh hilang berganti. (KH Imam Zarkasyi)
19.    Sesudah keluar atau bebas dari tawanan PKI Pak Sahal mengatakan : " Nyawa saya, nyawa turahan ( sisa ) yang paling nikmat adalah shalat dimasjid saya (KH Ahmad Sahal)
20.    Berjasalah tapi jangan minta jasa. (KH Imam Zarkasyi)
21.    Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja. (KH Ahamad Sahal)
22.    Anak-anaku jangan sekali-kali punya sifat "adigang adigung adigna". (KH Ahmad Sahal)
23.    Bila kamu menjadi pejabat ( pemimpin ) jangan bersikap ojo dumeh ( merasa hebat, tinggi dan merendahkan orang lain ). ( KH Ahmad Sahal)
24.    Wong Urip, marani pati, jerone urip, toto pirantine ( KH Ahamad Sahal )
25.    Kalau kamu pergi, pergilah yang jauh yang dekat terlalui.(KH Imam Zarkasyi)
26.    Ojo suko pari suko, olo watake wong suko, nyudo kaprayitaning batin ( KH Ahmad Sahal )
27.    Bahwa Pondok ini telah diwakafkan resmi pada tahun 1958. ( TRIMURTI )
28.    Untuk meneruskan dan memeperjuangkan pondok perlu ada program maka dirumuskanlah Panca Jangka Pondok Modern Gontor pada akhir tahun 1948, yaitu :1. Pendidikan dan Pengajaran, 2. Khizanatullah, 3. Pergedungan dan peralatan, 4. Kaderisasi, 5. Kesejahteraan keluarga Pondok.
29.    Dasar pemikiran diadakannya Pekan perkenalan adalah Janganlah kehilangan tongkat yang kedua kalinya ( peristiwa 19 Maret 1967). ( KH Imam Zarkasyi )
30.    Mengenai calon istri kader/Guru, KH Ahmad Sahal mengatakan : "Calon Istri yang akan kesini itu ngrewangi opo ngrusuhi ?". ( KH Ahmad Sahal )
31.    Dalam mengembangkan Pondok ini, supaya selalu hati-hati ( KH Imam Zarkasyi )
32.    Pondok ini perpaduan /sintesa empat unsur ; 1. Al-Azhar, 2. Syanggit, 3. Santiniketan, 4. Aligarh. (TRIMURTI )
33.    Tidak boleh lengah dalam urusan Administrasi, harus selalu waspada setiap detik .( KH Imam Zarkasyi )
34.    Administrasi yang rapi, mutlak perlu ( wajib ) untuk menjaga kepercayaan. ( KH Imam Zarkasyi )
35.    Ada uang bisa membangun, ada uang tidak membangun berarti tidur nyenyak, tidak bekerja, uang habis, tidak ada bangunan sama dengan korupsi ( KH Imam Zarkasyi )
36.    Syekh Hasan Al-Baquri ( Menteri wakaf mesir ) telah datang ke Gontor :" Yang menjamin kelestaraian pondok bukanlah gedung-gedung yang megah, santri-santri yang banyak, guru-gurunya yang hebat tetapi filsafatnya. ( TRIMURTI )
37.    Ketika Syekh Ahmad Syantuth ( Rektor Al-Azhar ) datang ke Indonesia berjabat tangan dengan KH Ahmad Sahal dan KH Imam Zarkasyi : "Beliau mengatakan supaya di Indonesia ini ada seribu ( 1000) Gontor" .
38.    Anak-anaku, kalau kamu ingin mengetahui sesuatu, ajarkanlah sesuatu itu kepada Orang lain. ( KH Imam Zarkasyi )
39.    Mengerjakan apapun, yang penting adalah sunggh-sungguh, Tenanan. ( KH Ahmad Sahal )
40.    Kunci keberhasilan Guru dalam mengajar adalah kecintaan sang guru kepada muridnya ( kalau seorang guru benar-benar mencintai muridnya ia tentu akan mujahadah lahir dan bathin, segala cara akan dicapai, maka ahirnya tentu akan mendapatkan cara/methode yang tepat, sehingga murid dapat menerima ilmu yang diajarkannya ). ( KH Ahmad Sahal )
41.    Kalau makan, minum dan tempat tidur saya lebih baik daripada makan, minum dan tempat tidur anak-anak saya ( santri saya) supaya anak-anak protes. ( KH Ahmad Sahal )
42.    Saya malu kalau rumah saya lebih baik dari pada Masjidnya. ( KH Ahmad Sahal )
43.    Janganlah kami dan Pondok kami ini, kamu jadikan seperti wc, hanya dikunjungi bila ada keperluan saja .( KH Imam Zarkasyi )
44.    Kamu adalah orang-orang yang berharga, tapi jangan minta dihargai, kalau minta dihargai harga dirimu habis sepeser pun tidak ada. (KH Imam Zarkasyi )
45.    Kalau kamu mengajarkan suatu mata pelajaran niatilah : kamu jadi profesor dalam mata pelajaran itu. ( KH Imam Zarkasyi )
47.Kalau kamu datang pada suatu tempat kamu sudah punya wibawa, tinggal memelihara wibawa itu, kalau salah langkah wibawamu akan turun, bahkan bisa hilang sama sekali . ( KH Imam Zarkasyi )
48.Kalau kamu hidup itu hanya untuk hidup senang, cukup sandang pangan, punya rumah dan isteri, lalu punya anak, kalau hanya itu saja, itu sama dengan kambing. ( KH Imam Zarkasyi )
49.Nasehat untuk Orang-Orang tertentu :
1.Jangan suka berhutang, itu membuat dirirmu menjadi hamba orang lain ( hina ) jangan suka mengutangkan karena itu kamu membuat musuh.
2.Kalau pembantumu pamit akan pulang, cepat-cepat saja izinkan, kalau tidak dia akan ngangkrik-angkrik.
3.Jangan cepat-cepat mengatakan I love You kepada Isterimu, akau sendiri mengatakan itu, setelah mempunyai anak tiga.
4.Jangan sembrono ( hati-hati ) kepada seseorang, kalau ia punya anak laki-laki.
5.Wong kuwi kudu akeh pemareme, dadi kudu pinter nggawe pemarem dewe-dewe.
6.Kalau aku menawar murah, karena ini bukan untuk saya sendiri, ini untuk pondok.
7.Ingatlah filsafat kulit uwi ( ceritera seorang mertua yang kikir dengan menantunya ). ( KH Imam Zarkasyi )