Oleh:
Agus Riyadi
MENGENAL AJARAN SYIAH
Untuk lebih jelas
mengenal ajaran Syiah artikel sederhana ini akan membahas sekelumit tentang
syiah tersebut yang diambil dari buku-buku atau referensi yang ada. Berikut
adalah artiket tentang Syiah...!
Apakah Syiah itu...?
Secara Etimologi arti Syiah adalah “Pembela dan pengikut
seseorang”. Menurut ahli sejarah Islam, lahirnya Shi’ah tersebut berawal dari
gerakan politik yang mendukung Ali Bin Abi Thalib dan timbul pada masa Imam
Ja’far Sadiq sekitar tahun 80-148 H/599-765[1]
Apakah Syiah itu sesat atau
menyimpang dari ajaran Islam...?
Dilihat dari segi
aqidah baik rukun iman ataupun rukun islam Ahlusunnah mempunyai prinsip atau
patokan, kaidah-kaidah dan ketetapan tersendiri yang baku, absah dan berakar
dari nash-nash Al-Qur'an’dan hadits. Oleh karena itu apabila aqidah dan ajaran
Islam tidak dilaksanakan sesuai dengan kemurnian islam maka termasuk pada
aliran sesat.
Diantara kesesatan dan
penyimpangan Syiah adalah sebagai berikut:
a.
Imam adalah ma’shum (orang yang suci)
b.
Menegakan imamah adalah rukun agama
c.
Penolakan terhadap hadits yang
diriwayatkan ahlul bait
d.
Tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar,
Umar dan Utsman
e.
Menghalalkan nikah mut’ah (Kawin
Kontrak)
f.
Menganggap imam yang dua belas adalah
ma’sum
g.
Menggunakan senjata taqiyyah yaitu
berbohong untuk mengelabui.[2]
Bagaimana Ajaran Syiah tentang Imamah
dan Khilafah...?
Perselisihan
paham dikalangan ulama hanyalah dalam hal istilah bukan hal dalam pemerintah
tetapi ada sekte syiah yang mempunyai prinsip bahwa sistem pemerintah dalam
Islam berdasarkan pada penentuan dari Allah tidak pada pemilihan dari umat.
Ajaran
Syiah mempunya 12 Khilafah yaitu:
a.
Ali bin Abi Thalib
b.
Hasan bin Ali
c.
Husein bin Ali
d.
Ali Zainal Abidin bin Husein
e.
Muhammad
Baqir bin Ali Zainal Abidin
f.
Ja’far Shadiq bin Muhammad Baqir
g.
Musa Kazhim bin Ja’far
h.
Ali Ridha bin Musa Kazhim
i.
Muhammad Jawwad bin Ali Ridha
j.
Ali Hadi bin Muhammad Jawwad
k.
Hasan Askari bin Ali Hadi
l.
Muhammad Mahdi bin Muhammad Al Askari[3]
Bagaimana sekte-sekte atau ragam
dalam ajaran Syiah....?
Ragam Syiah diantaranya
adalah:[4]
a.
Syiah Kaisaniyah adalah sekte Syiah yang
mempercayai kepemimpinan Muhammad bin Hanafiyah setelah wafatnya Sayyidina
Husain bin Ali.
b.
Syiah Zaidiyah adalah sekte Syiah yang
mempercayai kepemimpinan Zaid bin Ali bin Husain Zainal Abidin.
c.
Syiah ghulat adalah sekte Syiah yang
berlebih-lebihan memuji Sayyidina Ali bin Abi Thalib atau imam-imam yang
lainnya dan mereka anggap bahwasannya para imam tersebut bukan manusia biasa
melaikan jelmaan Tuhan, bahkan mereka anggap sebagai Tuhan itu sendiri.
d.
Syiah Imamiyah adalah sekte Syiah yang
meyakini bahwasannya Nabi Muhammad SAW telah mnunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai
penggantinya dengan jelas dan tegas dan tidak mengakui keabsahan khilafah Abu
Bakar, Umar dan Utsman.
Kelompok
Syiah tersebar dari sekte Syiah Imamiyah adalah Syiah Itsna Asyariyah,
nama-nama Syiah tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Syiah (Pendukung Ali Sebagai Khalifah
setelah Rasulullah)
b.
Imamiyah
c.
Itsna Asyariyah
d.
Al Qath’iyah
e.
Ashhab al Intitzhar
f.
Ar Rafidhah
g.
Al Ja’fariyah
h.
Al Khashshah
Apakah ada doktrin-doktrin yang
dipegang teguh oleh pengikutnya...?
Doktrin/Aqidah-aqidah
pokok dalam Syiah adalah sebagai berikut:[5]
a.
Imamah
(QS. Al Maidah: 55 dan QS. Al Maidah 67 serta Hadits)
b.
‘Ishmat Al Imam
(QS. Al Baqarah: 124, QS. Al Ahzab: 33 dan Hadits)
c.
Mahdiyah
(Percaya akan keberadaan Imam Mahdi dan kebangkitannya)
d.
Raj’ah/Inkarnasi
(QS. Al Anbiya: 95, QS. Al A’raf: 7, QS. An Naml: 83-85, QS Al Imran: 85, QS.
Al Qashas: 85, QS. At Thalaq: 12)
e.
Bada’
yaitu menimbulkan pemikiran baru (QS. Al Ra’du: 39, QS. As Shaba:3)
Adapun Doktrin-doktrin
antagonis Syiah adalah:[6]
a.
Pengkafiran sahabat dan Ahlu sunnah
b.
Melaknat Sayyidina Abu Bakar, Umar dan
Utsman
c.
Darah dan harta Ahlusunnah adalah halal
d.
Badan Ahlusunnah adalah najis
e.
Melaknat jenazah Ahlusunnah
f.
Menuduh zina kepada Ahlusunnah
g.
Melaknat istri-istri nabi
[1] Dr.
Hamaid Fahmy Zarkasyi dkk, Teologi dan
Ajaran Shi’ah Menurut Referensi Induknya, 2014, hal. 2-3
[4]
Tim Penulis Pustaka Pondok
Pesantren Sidogiri, Mungkinkah
Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah?, 2012, hal. 52
[5]
Tim Penulis Pustaka Pondok
Pesantren Sidogiri, Mungkinkah
Sunnah-Syiah dalam
Ukhuwah?, 2012, hal. 139
[6]
Tim Penulis Pustaka Pondok
Pesantren Sidogiri, Mungkinkah
Sunnah-Syiah dalam
Ukhuwah?, 2012, hal. 311

Tidak ada komentar:
Posting Komentar