Rabu, 02 September 2015

TUGAS RESUME JILID 2 UNIDA

RESUME BUKU
Oleh: Agus Riyadi

Judul buku                   : Perempuan Tertindas? 
Penulis                         : Hamim Ilyas, dkk
Penerbit                       : Elsaq Press & PSW
Tahun Terbit                : 2008
Jumlah Halaman          : VII + 334

Dalam era globalisasi ini yang mana paham liberalisme sudah menguasai berbagai negara teruatam negara-negara besar yang maju dan berkembang, salah satu ironi yang dihadapi umat sekarang adalah ketidakadilan gender. Dalam Alqur'an sangat ditekankan kehormatan, persamaan dan kesetaraan gender. Penekanan itu diiringi dengan penegasan untuk menghapuskan penindasan dan kekerasan terhadap perempuan.
Allah SWT menjelaskan bahkan menegaskan kepada Umat Islam dalam Al-Qur’an terkait keadilan gender, namun demikian terdapat ayat dan sabda yang secara sepintas menunjukkan deskriminasi gender. Keberadaan ayat-ayat dan hadits-hadits yang tampak berbeda itu harus diperhatikan dalam proses interpretasi. Namun sayangnya perumusan doktrin-doktrin Islam selama ini lebih banyak dilakukan secara ad hoc dan mengabaikan semangatnya sebagai agama pembebas.interpretasi yang demikian sudah barang tentu tidak dapat menangkap makna yang tersirat dalam ayat-ayat dan hadis-hadis yang nampak mengandung perbedaan itu.
Berikut adalah sebuah hadits yang menyatakan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk dari segi sanadnya bernilai sahih, namun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dan sarjana menyangkut matannya. Diantara mereka ada yang menerima dan ada yang menolak karena isinya tidak sesuai dengan ayat-ayat Alqur'an. Hadis tersebut termasuk dalam hadis mudtarib (al-matn). Namun demikian, apabila di tempatkan dalam konteksnya secara tepat dan dipahami secara utuh dari keseluruhan matan yang ada dan tidak parsial, maka hadis tersebut tidak berkaitan dengan penciptaan awal perempuan. Hadis-hadis itu justru berisi pesan Nabi kepada kaum laki-laki waktu itu untuk berlaku baik kepada istri-istri mereka atau kaum perempuan secara umum. Pesan nabi tersebut merupakan manifestasi dari semangat ajaran Islam yang hendak menempatkan laki-laki dan perempuan secara sejajar.
Ada pula pendapat yang berkembang dalam pemikiran Islam klasik yang tercover dari wacana fikih klasik menyebutkan adanya diskriminasi, di mana mereka kebanyakan tidak memberi peluang perempuan untuk menjadi imam salat kendati perempuan tersebut adalah seorang terbaik diantara para jamahnya. Persyaratan imam hanyalah dua, yaitu mempunyai pengetahuan tentang salat dan bacaannya baik.laki-laki dan perempuan bukan merupakan dalah satu syarat diantara dua. Oleh karena itu, keberadaan perempuan dapat mengimami laki-lai dalam salat secara umum jika perempuan tersebut mempunyai kriteria dimaksud.
Perbedaan interpretasi hadis-hadis dalam buku ini dengan para ulama  –salih dan istiqomah- dikarenakan pendapat Hamim Ilyas –penulis- yang menyatakan bahwa literatur Islam yang membicarakan pandangan mengenai perempuan, kadang-kadang menggunakan hadis –hadis sebagai dalil tanpa menyebutkan sanad dan periwayat yang menghimpunnya dalam kitab. Hadis-hadis yang disebutkan demikian memerlukan takhrij, dalam pengertian penelusuran sanad dan periwayat yang menjadi mata rantainya. Berikutnya, hadis itu perlu dikritisi untuk diketahui nilai yang dikandungnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar