RESUME BUKU
Oleh: Agus Riyadi
Judul
buku : Perempuan Tertindas?
Penulis : Hamim Ilyas, dkk
Penerbit : Elsaq Press & PSW
Tahun
Terbit : 2008
Jumlah
Halaman : VII + 334
Dalam era globalisasi ini yang mana paham liberalisme sudah menguasai
berbagai negara teruatam negara-negara besar yang maju dan berkembang, salah
satu ironi yang dihadapi umat sekarang adalah
ketidakadilan gender. Dalam Alqur'an sangat ditekankan kehormatan, persamaan
dan kesetaraan gender. Penekanan itu diiringi dengan penegasan untuk
menghapuskan penindasan dan kekerasan terhadap perempuan.
Allah SWT menjelaskan bahkan menegaskan kepada Umat Islam dalam Al-Qur’an terkait keadilan
gender, namun demikian terdapat ayat dan sabda yang secara sepintas menunjukkan
deskriminasi gender. Keberadaan ayat-ayat dan hadits-hadits yang
tampak berbeda itu harus diperhatikan dalam proses interpretasi. Namun
sayangnya perumusan doktrin-doktrin Islam selama ini lebih banyak dilakukan
secara ad hoc dan mengabaikan semangatnya sebagai agama pembebas.interpretasi
yang demikian sudah barang tentu tidak dapat menangkap makna yang tersirat
dalam ayat-ayat dan hadis-hadis yang nampak mengandung perbedaan itu.
Berikut adalah sebuah hadits yang
menyatakan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk dari segi sanadnya
bernilai sahih, namun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dan sarjana
menyangkut matannya. Diantara mereka ada yang menerima dan ada yang menolak
karena isinya tidak sesuai dengan ayat-ayat Alqur'an. Hadis tersebut termasuk
dalam hadis mudtarib (al-matn). Namun demikian, apabila di tempatkan
dalam konteksnya secara tepat dan dipahami secara utuh dari keseluruhan matan yang ada dan
tidak parsial, maka hadis tersebut tidak berkaitan dengan penciptaan awal
perempuan. Hadis-hadis itu justru berisi pesan Nabi kepada kaum laki-laki waktu
itu untuk berlaku baik kepada istri-istri mereka atau kaum perempuan secara
umum. Pesan nabi tersebut merupakan manifestasi dari semangat ajaran Islam yang
hendak menempatkan laki-laki dan perempuan secara sejajar.
Ada
pula pendapat yang berkembang dalam pemikiran Islam klasik yang tercover dari
wacana fikih klasik menyebutkan adanya diskriminasi, di mana mereka kebanyakan
tidak memberi peluang perempuan untuk menjadi imam salat kendati perempuan tersebut
adalah seorang terbaik diantara para jamahnya. Persyaratan imam hanyalah dua,
yaitu mempunyai pengetahuan tentang salat dan bacaannya baik.laki-laki dan
perempuan bukan merupakan dalah satu syarat diantara dua. Oleh karena itu,
keberadaan perempuan dapat mengimami laki-lai dalam salat secara umum jika
perempuan tersebut mempunyai kriteria dimaksud.
Perbedaan
interpretasi hadis-hadis dalam buku ini dengan para ulama –salih dan istiqomah- dikarenakan
pendapat Hamim Ilyas –penulis- yang menyatakan bahwa literatur Islam yang
membicarakan pandangan mengenai perempuan, kadang-kadang menggunakan hadis
–hadis sebagai dalil tanpa menyebutkan sanad dan periwayat yang
menghimpunnya dalam kitab. Hadis-hadis yang disebutkan demikian memerlukan takhrij,
dalam pengertian penelusuran sanad dan periwayat yang menjadi mata
rantainya. Berikutnya, hadis itu perlu dikritisi untuk diketahui nilai yang
dikandungnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar