Jumat, 04 September 2015

Maskulin & Feminim

RESENSI BUKU
Oleh : Agus Riyadi
IDENTITAS BUKU
a.       Judul Buku                  : Maskulin dan Feminim
b.      Pengarang                    : Save M. Dagun
c.       Penerbit                       : Rineka Cipta
d.      Tahun Terbit                : 1992


Ada ramalan bahwa pada abad-abad yang akan datang kaum wanita akan mampu menyamai, bahkan melebihi kaum pria dalam berbagai pekerjaan. Diskriminasi jenis kelamin yang sudah berjalan berabad-abad akan runtuh dan akan memasuki era baru yang menempatkan pria dan wanita sebangun dan sejajar.
Kemajuan tekhnologi seperti terciptanya perangkat komputerdan mesin-mesin canggih lainnya telah membuka kesempatan kerja yang sama bagi pria dan wanita. Dendam kaum wanita karena dianggap masyarakat kelas kedua dan menjadi budak dari laki-laki kini mulai digugat bahkan gerakan emansipasi wanita untuk menyamai laki-laki sudah tidak bisa dibendung padahal Al-Qur’an sudah mengatur hak dan kewajiaban, posisi dan tempat yang tepat untuk laki-laki dan perempuan
Saya mengkritik dari apa yang disampaikan dibuku ini, hal tersebut menunjukan bahwasannya manusia sudah jauh dari Al-Qur’an dari pedoman hidup manusia, mereka sudah berpikir secara bebas dan membebaskan pikirannya sehingga yang baik menjadi jelek dan sebaliknya yang jelek menjadi baik, memng dunia ini sudah terbalik, hanya iman yang kuat dan taqwa lah yang bisa membentengi pemikiran yang bebas ini.
Pria dan wanita jelas sekali memiliki perbedaan yang begitu kompleks, mulai dari perbedaan alat kelamin, perbandingan tinggi, kekuatan, ukuran emosi, suasana hati dan perasaan, perilaku seksual, kegiatan seks dan hormon dan lain sebagainya yang mana perbedaan tersebut tidak bisa disamakan derajatnya antara laki-laki dan perempuan, wanita dan pria. Satu sama lain mempunya tugas dan fungsi masing-masing yang apabila keduanya melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik maka akan tercipta kehidupan yang harmonis yang keduanya saling melengkapi, saling menutupi kekurangan.

Oleh karen itu jelaslah Islam memandang bahwasannya laki-laki dan perempuan tidak bisa di setarakan atau disamakan dalam bentuk apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar